Apakah Trauma bisa Membuat Orang Menjadi Jahat atau Sebaliknya? - ratutips.com

Latest

ratutips.com

Website tentang Tips dan Tutorial yang Bermanfaat untuk Anda

IBX58B944EDA0AEC

Jumat, 12 Mei 2017

Apakah Trauma bisa Membuat Orang Menjadi Jahat atau Sebaliknya?


Apakah Trauma membuat Orang Menjadi Jahat atau Sebaliknya?


Banyak kisah-kisah nyata di film-film luar negeri maupun dalam negeri yang menceritakan kisah tentang seseorang yang memiliki kepribadian yang jahat, berkepribadian ganda, bahkan bisa dibilang aneh. Hal tersebut terjadi karena seseorang mempunyai penderitaan atau pernah mengalami trauma yang mendalam ketika masa kecilnya.

Bahkan, artis sekelas John Wick pun (Keanu Reeves) mempunyai rasa trauma yang luar biasa ketika ia masih kecil, karena mempunyai ayah seorang pengedar narkoba dan kekasihnya meninggal setelah beberapa saat kehilangan anak yang belum dilahirkannya (prematur).

Sebenarnya, di dalam diri kita terdapat 2 pikiran yang dapat membawa kita kedalam alam bawah sadar Anda. Ada pikiran positif, dan ada pikiran negatif.


"Seseorang yang mempunyai rasa trauma yang luar biasa ketika kecilnya, cenderung akan melakukan apa yang ia dapatkan saat masih kecil."


Contoh Kasus 1

Seorang anak perempuan berumur 3 tahun mendapatkan pelecehan seksual oleh pamannya. Dan akhirnya ketika ia mulai beranjak dewasa, ia menjadi wanita yang aneh, tidak mau bersosialisasi, dan bahkan saat ini ia berusaha untuk membunuh pamannya yang sudah melecehkannya dan juga membuat trauma dalam dirinya.

Namun, jika kita mempunyai naluri positif dan masih mempunyai hati. Apa yang pernah kita alami, akan menjadi pelajaran untuk kita agar kelak tidak menjadi pribadi yang seperti itu.

Contoh Kasus 2

Contohnya, anak yang sering disiksa oleh ibunya semasa kecil bisa mempunyai 2 kecenderungan kepribadian yang berbeda. Yang pertama ketika dia sudah menginjak dewasa, ia akan memperlakukan anaknya seperti apa yang sudah ia dapatkan dulu oleh ibunya.

Namun, berbeda jika ada anak yang sering mendapatkan siksaan dari orangtuanya di masa kecil dan mempunyai trauma yang mendalam. Akan tetapi ketika sudah dewasa, ia tidak ingin anaknya mengalami hal yang ia rasakan ketika kecil.

Ia memperlakukan anaknya dengan baik, menasihati dengan baik-baik tanpa kekerasan seperti yang ia dapatkan ketika masa kecil. Ia lebih sabar dalam menghadapi anak dan memberikan nilai-nilai yang positif dalam hidup.

Hal tersebut memang sulit dilakukan, tapi jika kita berusaha untuk mengalahkan ego dan trauma tersebut, tidak akan ada lagi trauma di masa mendatang.

***

Jadi, kembali lagi pada fitrah manusia dan karakternya, jika ia memiliki rasa dendam dan orang lain pun harus merasakan apa yang ia rasakan, maka akan timbul rasa balas dendam dan tidak senang jika orang lain bahagia.

Namun, jika orang tersebut mempunyai karakter pemaaf, maka ia tidak akan melakukan hal tersebut pada oranglain walaupun ia pernah mengalami penderitaan ketika masih kecil.

Jika Anda pernah menonton film John Wick yang diperankan oleh Keanu Reevers, dia mempunyai masa kelam dan trauma yang mendalam semasa hidupnya. Tapi hal tersebut tidak membuatnya menjadi jahat, bahkan dia sering membagi-bagikan hasil jerih payahnya bermain film kepada teman-temannya dan yayasan sosial.

So, jika Anda pernah mengalami trauma yang mendalam, maafkanlah dan lupakanlah hal tersebut. Dan buatlah trauma tersebut menjadi hal-hal yang baik dalam kehidupan Anda kelak, dan jangan pernah melakukan tindakan yang merugikan oranglain karena trauma Anda.

Jika Anda dalam kehidupan nyata menemukan orang-orang yang maaf agak aneh, introvert, sangat pendiam, bahkan misterius. Kita tidak dapat menyalahkan sepenuhnya pada orang tersebut. Karena bisa jadi ketika masa kecilnya, ia mendapatkan hal-hal yang kurang menyenangkan yang membuat karakternya menjadi seperti itu. Jangan mem-bully dan berikan motivasi serta semangat agar terus berperilaku positif dalam hidupnya.


Berpikir positif dan memaafkan adalah salah satu jalan keluar untuk melupakan trauma yang pernah Anda derita ketika masa kecil maupun masa dewasa. 

Dan janganlah kita memberikan rasa trauma kepada oranglain, karena korban selanjutnya adalah orang-orang terdekatnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan jangan pernah Anda membuat oranglain terluka dan memiliki trauma yang mendalam karena ulah Anda. 


Artikel Terkait :
  1. Beberapa Alasan Mengapa Orang Lain Membenci Anda 
  2. Cara Mendidik Anak Agar Tumbuh Menjadi Pribadi yang Mandiri dan Pekerja Keras 
  3. Seberapa Pentingkah Asuransi Jiwa dan Jaminan Hari Tua?
  4. Seberapa Pentingkah Paklaring atau Surat Keterangan Kerja untuk Masa Depan Anda? - New !!
  5. Tips Agar Brand Kita Dikenal Banyak Orang

5 komentar:

  1. Mental psigis terkadang nampak pada diri seseorang yg pernah mengalami tekanan tekanan dalam hidup, trauma yang berlebihan juga sering memicu orang menjadi kalap, akhirnya terjadi pembunuhan ataupun diridibunuh (bunuhdiri)

    BalasHapus
  2. Hai mba. Pada contoh kasus 1 tentang si korban mengalami itu karena korban kejahatan seksual mengalami stigma yang kejam dari masyarakat. Sehingga dia kemudian menjadi 'korban' lagi drai masyarakat. DIa tak dianggap suci, terbuang dan lain-lain. Jadi menurutku bukan pada masalah 'punya hati'. Terima kasih ya mba :)

    BalasHapus
  3. Mbak admin kemana nih sibuk banget ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi sibuk kuliah sepertinya

      Hapus
  4. Saya pernah trauma lantaran satu kejadian di kampus. Semenjak itu agak trauma juga kalau pergi ke kampus itu. Sulit memang kalau sudah kena efek kejadian masa lalu yang sulit dilupakan.

    BalasHapus

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..