Setelah Ada Anak, Mana yang Lebih Disayang? Suami atau Anak? - ratutips.com

Latest

ratutips.com

Website tentang Tips dan Tutorial yang Bermanfaat untuk Anda

IBX58B944EDA0AEC

Rabu, 31 Oktober 2018

Setelah Ada Anak, Mana yang Lebih Disayang? Suami atau Anak?

Setelah Ada Anak, Mana yang Lebih Disayang? Suami atau Anak?

Mempunyai seorang anak merupakan anugerah yang paling indah yang ada di dunia, apalagi jika Anda yang sudah menanti kehadirannya bertahun-tahun lamanya, pastinya mempunyai anak merupakan kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan oleh apapun.

Banyak sekali ibu yang merasa lebih mencintai anaknya setelah hadirnya seorang anak daripada suaminya sendiri. Sebenarnya, manakah yang seharusnya lebih mommy sayangi? Suami atau anak?

Kehadiran anak, selain menjadi penyejuk hati bagi ibu, juga banyak ibu yang terkuras waktu dan tenaganya, sehingga karena telah kelelahan akibat mengurus anak, akhirnya suami merasa diacuhkan dan merasa kurang perhatian dari istri karena perhatian istri sudah habis oleh kehadiran sang anak yang ditunggu-tunggu. Sehingga darisitu, biasanya timbul perselisihan atau konflik kecil karena suami  merasa diacuhkan dan tidak dinomor satukan lagi.

Dengan demikian, setelah mempunyai anak, mana yang harus lebih Anda sayangi dan Anda dahulukan? Suami atau anak? Pastinya setiap orang mempunyai pandangan tersendiri mengenai hal ini. Namun menurut saya, keduanya harus disayang dan yang nomor satu tetaplah suami. Kok bisa? Pendapat saya, akan saya jabarkan dibawah ini.

1. Membesarkan dan Mendidik Anak untuk Diambil oleh Pendampingnya Suatu Hari Nanti

Ketika menikah, pastinya hidup berdua merupakan hal yang menyenangkan, karena istri setelah bekerja, akan fokus untuk melayani suami dan tidak terbagi dengan hal yang lain.

Namun, setelah hadirnya anak, istri akan semakin terkuras tenaga dan waktunya untuk mengurus anak yang suatu saat akan diambil oleh pendampingnya suatu saat nanti. Mengapa saya berbicara diambil suatu saat nanti? Karena tugas orangtua yakni mendidik dan membesarkan titipan dari Allah, sehingga ia menjadi anak yang soleh/solehah, menjadi penyejuk hati, mandiri, pintar, sukses dan sebagainya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh orangtua.

Sehingga ketika ia dewasa nanti, orangtua akan senang dan bangga, karena sudah mendidik dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang dan menjadi orang yang berguna. Dengan demikian, ia akan menemukan pendamping terbaik suatu hari nanti dan kita sebagai orangtua akan ditinggalkan.

2. In The End, Anda Akan Kembali Hidup Berdua dan Menua Bersama

Setelah kehadiran anak yang dinanti-nanti menemani hari-hari Anda di rumah dengan keceriaan dan kelucuannya. Tidak akan terasa waktu bergulir begitu cepatnya. Satu tahun, dua tahun, sepuluh tahun, hingga 25 tahun hidup bersama anak yang paling Anda sayangi.

Lalu sang anak telah menemukan pendamping terbaik dalam hidupnya, dan kemudian hidup bahagia meninggalkan Anda yang telah membesarkannya. Dan pada akhirnya, Anda akan kembali hidup berdua dan menua bersama suami sampai maut memisahkan.

Oleh karena itu, janganlah kita sebagai wanita, melupakan kewajiban menjadi istri karena terlalu sibuk menjadi ibu. Memang, menjadi wanita sangat berat dan banyak sekali tugasnya, namun jangan sampai keharmonisan dalam rumah tangga menjadi bermasalah karena Anda terlalu lelah dan tidak memprioritaskan suami. Intinya adalah sangat mencintai anak, tapi lebih mencintai suami.

Semoga dengan tulisan ini, kita selalu bisa menjaga keharmonisan dengan suami, dan menjadikan rumah sebagai surga, sakinah mawadah dan warohmah. Juga sang suami pun harus memprioritaskan sang istri, karena ketika tua nanti, akan kembali hidup berdua dan menua bersama. Semoga bermanfaat yaa! Bagaimana menurut Anda? Suami dulu atau anak?

8 komentar:

  1. semangat teeh. Semoga samawa terus yaa

    BalasHapus
  2. Iya ya in the end menjadi tua bersama

    BalasHapus
  3. Setuju..! Suami harus di prioritaskan lebih dahulu, walaupun kebanyakan dari ibu lebih condong ke anak..!

    BalasHapus
  4. Kesambet apa mba nulis dalem banget? I agree with u btw karena suami itu kita yg pilih atas izin Tuhan tapi anak itu rezeki atau amanah, ngga bisa pilih punya anak atau tidak❤️

    BalasHapus
  5. harus nya si dua-duanya harus di sayang :D

    BalasHapus
  6. So sweet mami, pasti penuh penghayatan ya nulisnya. Aku ga bisa komentar karna belum punya suami, apalagi anak. Tapi seharusnya anak adalah pelengkap kebahagiaan setiap rumah tangga kan ya mami, jadi baik suami & anak harus sama2 disayang dong.

    BalasHapus
  7. True! Karena cara terbaik untuk menyayangi anak ialah dengan menyayangi ayahnya.

    BalasHapus
  8. cinta ke anak, pure love, cinta ke suami, true love. ea eaa

    BalasHapus

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..