Seberapa Pentingkah Asuransi Jiwa dan Jaminan Hari Tua? - ratutips.com

Latest

ratutips.com

Website tentang Tips dan Tutorial yang Bermanfaat untuk Anda

IBX58B944EDA0AEC

Sabtu, 18 Februari 2017

Seberapa Pentingkah Asuransi Jiwa dan Jaminan Hari Tua?

Jaminan Hari Tua
Courtesy : google



Mungkin untuk sebagian orang asuransi merupakan sesuatu yang tidak terlalu penting. Namun tahukan Anda?? Jika asuransi akan sedikit dapat menolong Anda ketika keterpurukan melanda Anda di masa depan yang kita tidak akan tahu seperti apa.

Yah benar sekali sobat, kita tidak tahu apakah hari esok, lusa, tahun kemudian atau beberapa belas tahun kemudian seperti apa nasib kita kelak di masa tua. Oleh karena itu sedini mungkin segeralah daftar untuk mengikuti asuransi kesehatan maupun asuransi dalam pekerjaan.


Mengapa Hal Itu Perlu Dilakukan?

Mengingat semakin berkembangnya negara ini dan kita harus memikirkan bagaimana untuk dapat bertahan hidup, bukan untuk saat ini saja. Tapi agar kita dapat bahagia di hari tua. Untuk bahagia di hari tua, selain yang saya sebutkan diatas, kita harus memikirkan masa depan anak-anak kita ketika kita sudah tua nanti.

Bagaimana jadinya jika seorang kepala rumah tangga akhirnya wafat dan tidak meninggalkan apa-apa untuk anak dan istrinya? Ini bukan soal tidak menerima apa adanya, namun kita harus berpikir realistis.

Bagaimana caranya agar kita dapat berbahagia di hari tua dengan melihat anak, istri, bahkan cucu kita berkecukupan dengan jaminan pensiun yang suami dapat berikan setiap bulannya walaupun sudah pensiun atau sudah tidak bekerja lagi. Bukankah kewajiban suami menafkahi istri dan anak-anaknya ?

Dengan tuntutan seperti ini, masyarakat harus menyadari pentingnya asuransi kesehatan dan asuransi jaminan hari tua. Untuk saat ini, pemerintah sudah baik hati memberikan kita kemudahan untuk mengikuti asuransi kesehatan maupun asuransi ketenagakerjaan demi kelangsungan hidup masyarakat di Indonesia.

Yah itu benar sekali, mungkin Anda sering mendengar Askes atau Jamsostek? Nah nama-nama itu merupakan nama perusahaan yang dikelola pemerintah untuk memberikan asuransi kesehatan maupun asuransi pensiun untuk kebahagiaan kita di masa tua, terlebih seorang pria yang akan menjadi kepala rumah tangga.

Dan saat ini, perusahaan jamsostek telah berganti nama menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Social Ketenagakerjaan) yang memberikan kemudahan untuk kita mengikuti asuransi tersebut tanpa takut uang tersebut hangus.

Benar sekali, BPJS memberikan empat jaminan untuk masyarakatnya yakni JKK (Jaminan Keselamatan Kerja), JKM (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hati Tua), dan JPK (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan) bagi semua tenaga kerja yang mendaftar beserta keluarganya.

Dengan empat program tadi, Anda cukup membayar dengan premi yang sangat murah tentunya. Setiap perusahaan mewajibkan untuk mendaftarkan satu-persatu karyawan beserta keluarganya untuk mendapatkan asuransi BPJS.

Jika Anda tercatat sebagai karyawan perusahaan, akan sangat mudah dikarenakan pendaftaran yang akumulatif oleh sdm di tempat Anda bekerja. Anda cukup memberikan fotokopi ktp. Dan jika Anda sudah berkeluarga, Anda cukup menyertakan kartu keluarga dengan ktpnya, jika ada anak dibawah umur biasanya dimintai fotocopy akta kelahiran.

Setelah itu, team sdm perusahaan akan mendaftarkan semua karyawannya, dan Anda akan mendapatkan dua buah kartu. Yang pertama adalah kartu BPJS Kesehatan dan  yang kedua adalah kartu BPJS Ketenagakerjaan.


Apakah Potongan Preminya Besar ?

Untuk potongan premi asuransi bpjs kesehatan maupun ketenagakerjaan tentulah sangat murah dan terjangkau untuk semua kalangan. Ketika saya masih bekerja di salah satu anak perusahaan YKKBI (subsidiary of BI), saya hanya mendapatkan potongan kurang dari 100k, yakni hanya 80k saja (delapan puluh ribu rupiah).

Potongan hanya sebesar 80k saja per bulannya. Sangat murah, bukan?


Jika dibandingkan dengan kualitas dari bpjs yang begitu banyak untuk jaminan hari tua saya tentunya saya sangat bahagia. Karena uang sejumlah itu tidak akan sebanding dengan kesehatan saya dan masa tua saya kelak nanti ketika sudah menjelang tutup usia.


Ketika Mendapatkan Ujian Penyakit Yang Begitu Berat

Ketika pada tahun 2016 lalu, karena saya sering berkendara keluar kota pada subuh dan pulang larut malam sekitaran pukul sembilan atau sepuluh malam. Saya sering menghirup udara tengah malam dan sering menghirup rokok karena tiap harinya saya harus bergelut dengan rekan kerja yang perokok semua.

Dan saya adalah perokok pasif. Saya ingin melarang rekan-rekan, namun apa daya saya jika melarang keras tentunya itu merupakan hal yang tidak wajar. Saya sudah mengingatkan namun tidak ada respon sama sekali. Tetapi biarlah itu terjadi, karena itu semua merupakan hak mereka dan saya tidak dapat berbuat apa-apa.

Pekerjaan saya yang menuntut tiap harinya bertemu dengan banyak customer menjadi salah satu alasan akhirnya saya mengedap penyakit yang tidak main-main. TB paru aktif adalah penyakit yang sudah dokter diagnosis dan saya harus menjalani perawatan bulak-balik dari kantor kemudian ke RS untuk berobat dan hal ini sangat melelahkan bagi saya.

Saya sangat bersyukur memiliki asuransi BPJS, setidaknya saya tidak harus mengeluarkan uang ratusan ribu maupun jutaan rupiah untuk menyembukan penyakit saya selama enam bulan lamanya. Namun dengan tekad yang sungguh-sungguh, akhirnya penyakit saya sembuh dengan didukung oleh BPJS Kesehatan.

BPJS sangat memudahkan setiap masyarakat untuk dilayani oleh beberapa elemen perusahaan yang bekerjasama dengannya. Dan saya sangat bersyukur, tanpa BPJS apa jadinya jika saya tidak menggunakan asuransi ini. Mungkin gaji saya habis untuk pengobatan penyakit saya.



Bagaimana dengan Jaminan Pensiun Orangtua Saya?

Dibalik keceriaan saya setelah sembuh dari penyakit ini, saya berpikir beratus ratus kali untuk mengajak orangtua agar mendaftarkan dirinya untuk mengikuti asuransi BPJS.
Orangtua saya yang mempunyai latar belakang wirausaha tidak mungkin mempunyai bpjs jika tidak kita yang memberitahunya. Saya menangis membayangkan apa jadinya orangtua saya tidak mempunyai biaya pensiun untuk kehidupan masa senjanya.

Saya sebagai anak merasa berdosa jika membiarkan orangtua tidak dapat berbahagia di masa tuanya. Akan menjadi kesalahan saya jika membiarkan orangtua yang sudah membesarkan saya, menghadapi masa tua dengan berbagai kesulitan yang akan timbul kedepannya karena tidak mempunyai jaminan hari tua.

Saya adalah anak yang banyak dosa ketika muda dengan menghabiskan banyak uang orangtua. Dan kini saatnya saya memberikan jaminan pensiun untuk orangtua saya yang sangat saya cintai, yaitu mendaftarkan beliau untuk mendapatkan jaminan hari tua dan bahagia di hari tua bersama BPJS.

Saya tahu, bukan saya saja yang ingin membahagiakan orangtuanya, apakah Anda mengalami hal yang sama? Daftarkanlah segera atau Anda akan menyesalinya suatu hari nanti. Berpikirlah untuk berinvestasi kesehatan dan bahagia di hari tua mulai saat ini juga.

Penyesalan selalu datang di akhir, dan janganlah Anda menyesalinya sebelum terlambat. Bahagiakan orangtua Anda, keluarga Anda, dan Anda sendiri dengan memastikan mengikuti program pemerintah untuk menunjang kesejahteraan masa senja.

Bukankah jika Anda sudah menjadi orangtua tidak mau merepotkan anak Anda di masa tua nanti? Bertindaklah dari sekarang atau tidak sama sekali. Semoga bermanfaat untuk yang masih kebingungan mencari asuransi untuk kebahagiaan di masa tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan, dan jaminan pensiun.

Salam hangat dari orang yang mencintai seluruh masyarakat Indonesia.








10 komentar:

  1. Sampai sekarang belum ada asuransi. Padahal pengen juga punya asuransi. Mau daftar BPJS, katanya harus 1 keluarga yang daftar. Jadinya belum bisa deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas kalau bisa daftarkan asuransi.. Untuk wirausaha bisa daftar langsung ke bpjs kesehatan maupun ketenagakerjaan.. Biasanya preminya dapat lebih murah.. Untuk bpjs kesehatan ada kelas 1,2 dan 3 masing2 biayanya dibawah 60k perbulan..
      Semoga bisa membantu dan secepatnya punya asuransi ya..

      Hapus
  2. Alhamdulillah ya sudah sembuh semoga kita dijauhkan dari segala penyakit dan orang yang dzalim, sukses selalu Vika^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn makasih bebs semoga kita selalu disehatkan ya.. Mbak sandra juga uda punya bpjs kan?
      Hehhee

      Hapus
  3. Sudah dong, nanti saya cerita juga ya Mba^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh mbak kita share ilmu yaaa..

      TErimakasih sudah berkunjung

      Hapus
  4. Penting banget mba asuransi jiwa :)
    Terima kaish sudah berbagi ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mbak semoga mbak dan keluarga jangan lupa untuk ikutan jaminan hari tua juga ya mbak 😊😘

      Sama sama mbak terimakasi ya semoga bermanfaat

      Hapus
  5. Asuransi memang penting untuk saat ini, bahkan sudah seperti sebuah keharusan

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang benar maas,, maka dari itu mulai dari saat ini untuk menyisihkan sebagian uang untuk asuransi jaminan hari tua.. Semoga membantu :)

      Hapus

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..