Apakah Anda Jiwa Pekerja ataukah Jiwa Pengusaha ? - ratutips.com

Latest

ratutips.com

Website tentang Tips dan Tutorial yang Bermanfaat untuk Anda

IBX58B944EDA0AEC

Selasa, 31 Januari 2017

Apakah Anda Jiwa Pekerja ataukah Jiwa Pengusaha ?




Sebenarnya membicarakan hal ini akan membuat seseorang bingung dengan pemilihan pekerjaan yang ada. Ada yang memang bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, ada yang bercita-cita ingin menjadi general manager, bahkan ada yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses dan masih banyak lagi hal yang terbesit di benak seseorang ketika masih bersekolah dan ingin menjadi apa setelah ia dewasa.

Namun hal tersebut tidak sama dengan yang kita bayangkan saat ini. Dengan teknologi yang terus berkembang dengan diikuti jaman yang selalu update membuat kita merasakan banyaknya persaingan di bidang usaha.

Yang membuat saya sendiri menelan ludah jika teman-teman saya banyak kehilangan usahanya alias bangkrut karena tidak dapat mempertahankan usahanya dan tidak dapat bersaing dalam pasar bisnis saat ini.

Yap tentu saja untuk memulai usaha, semua membutuhkan modal yang tidak sedikit. Berbeda jika dibandingkan dengan menjadi pekerja. Kita cukup bekerja yang baik untuk sebuah perusahaan dan Anda akan menerima gaji yang tetap tiap bulannya tanpa takut pendapatan tiap bulan berubah-ubah.

Namun jadi pekerja tetap menjadi pekerja. Anda hanya bekerja di perusahaan oranglain, bukan Anda yang membuat perusahaan.

Kembali lagi pada passion dan karakter orang itu sendiri, apakah nyaman menjadi pekerja ataukah Anda nyaman menjadi pengusaha? Apakah Anda termasuk jiwa pekerja ataukah Anda memiliki jiwa pengusaha??

Berikut ini saya akan deskripsikan sedikit kriteria-kriteria orang yang mempunyai passion menjadi pekerja, adalah sebagai berikut ini :

1.      Ingin belajar dan mempunyai pendidikan setinggi mungkin.
2.      Tidak ingin mengambil resiko pekerjaaan.
3.      Ingin mendapatkan pendapatan yang tetap dengan penghasilan yang tetap.
4.      Tidak mau berspekulasi terlalu jauh.
5.      Tidak mempunyai modal untuk membangun bisnis atau usaha.
6.      Tidak mau mengambil resiko.


Dan berikut ini adalah kriteria mengenai orang yang mempunyai passion pembisnis atau pengusaha adalah sebagai berikut :

1.      Berani melakukan sesuatu yang baru
2.      Berani mengambil resiko besar
3.      Mempunyai modal yang kuat dan sudah siap mengalami kerugian
4.      Mempunyai mental yang kuat
5.      Tidak mau diperintah oleh oranglain
6.      Bersifat ingin mengatur sesuatu dan ingin berdiri sendiri
7.      Menyukai tantangan

Dari beberapa kriteria yang saya sebutkan diatas, apakah Anda memiliki kriterianya? Jika iya, berarti Anda sudah dapat menentukan kemana arah hidup Anda, apakah menjadi pegawai yang selalu mendapatkan gaji yang tetap tiap bulannya, ataukah Anda ingin menjadi pengusaha agar merubah hidup Anda dan membuka lapangan pekerjaan untuk oranglain?

Banyak dari sebagian orang yang saya temui mempunyai passion yang berbeda-beda. Namun biasanya passion tersebut akan sulit dirubah karena cara pandang orang tentulah berbeda. Ketika seseorang susah untuk diterima bekerja pada beberapa perusahaan. Pada akhirnya ia putar otak bagaimana agar tetap bisa hidup dan mempunyai penghasilan.

Dan akhirnya karena sulitnya mendapatkan pekerjaan, akhirnya beberapa orang dengan terpaksa beralih profesi dengan membuka usaha. Dan banyak juga orang yang sukses menjadi pengusaha.

Namun di satu sisi banyak di lingkungan sekitar yang membuka usaha. Namun karena kurangnya ilmu mengenai usaha, akhirnya ia mengalami kerugian yang sangat besar hingga membuat oranglain merasa trauma akan hal itu dan memilih untuk tidak pernah mencoba membuka usaha.

Contohnya ketika saya masih kecil, saya mempunyai tetangga yang bisa dibilang sangat sukses dan mempunyai usaha di bidang kuliner. Namun karena ada yang iri dengan keberhasilannya. Ada seorang suruhan pekerja yang mengacaukan usaha kulinernya, seperti memasukan maaf cicak pada makanan saji hingga lalat dan masih banyak lagi yang dilakukan beberapa pekerja yang merupakan suruhan dari musuh beliau.

Akhirnya isu tersebut menyebar dan membuat restaurannya harus tutup dan pailit. Hal kecil diatas memang benar adanya. Dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dalam hal ini.

Ketika kita dapat mengelola dan me-manage sumber daya manusia yang bekerja pada perusahaan kita sendiri, setidaknya kita sudah bisa meminimalisir adanya seseorang yang membuat usaha kita bangkrut dan lain sebagainya.

Hal tersebut terjadi karena persaingan yang sudah tidak sehat antara orang tersebut yang akhirnya menghalalkan segala cara yang menghilangkan rezeki seseorang.

Atau bisa jadi Anda belum terlalu memahami dalam mengelola keuangan dan system managemen usahanya. Oleh karena itu, sebelum Anda membuka usaha alangkah lebih baik Anda kuasai konsepnya, buat anggarannya, apa saja produk yang akan Anda hasilkan, berapa keuntungan yang bisa Anda dapat tiap bulannya, berapa target yang Anda tetapkan tiap bulannya dan lain sebagainya.

Bisa jadi hal tersebut menjadi alasan seseorang takut untuk terjun menjadi pengusaha. Dan bahkan sebaliknya, seseorang pekerja yang sudah belasan tahun tidak mempunyai kepastian menjadi tenaga kerja tetap pada perusahaannya, akhirnya memilih mundur dan mencoba membuka dan merintis usaha barunya.

Adakah diantara kalian yang mengalami hal tersebut? Saya pun merasakannya ketika banyak orang di sekeliling saya mengalami kerugian yang luar biasa akhirnya tertanam dalam diri saya, bahwa saya tidak ingin mencoba untuk melakukan usaha walaupun coba-coba, terkecuali usaha yang benar-benar jauh dari kata merugi.

Berikut saya deskripskan kekurangan dan kelebihan antara pekerja dengan pengusaha, adalah sebagai berikut :

Kelebihan Menjadi Pekerja

1.      Anda cukup bekerja sebaik mungkin
2.      Mendapatkan gaji yang tetap setiap bulannya
3.      Anda akan hidup sejahtera dengan status pegawai tetap sebuah perusahaan

Kekurangan Menjadi Pekerja

1.      Anda hanya bekerja untuk oranglain, bukan untuk perusahaan yang Anda bangun
2.      Anda harus siap untuk diperintah oleh atasan atau bos, karena menjadi karyawan digaji untuk diperintah dan mengerjakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang berlaku pada perusahaan.


Kelebihan Menjadi Pengusaha

1.      Jika Anda sudah menguasai teorinya, Anda akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar tanpa disuruh-suruh oranglain
2.      Memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain
3.      Mempunyai perusahaan yang bisa dikelola ketika Anda sudah tiada, untuk warisan keturunan Anda
4.      Jika usaha Anda sukses, Anda akan mendapatkan penghasilan yang luar biasa


Kekurangan Menjadi Pengusaha

1.      Mendapatkan penghasilan yang berbeda-beda tiap bulannya, tergantung kondisi pasar
2.      Persaingan yang ketat menuntut Anda untuk terus berinovasi dan tetap dapat bersaing di pasar bisnis
3.      Jika Anda sulit untuk mengembangkan dan mengawasi perusahaan Anda dalam bidang keuangan dan sdmnya, Anda akan mengalami kerugian


Jika Anda memang ingin merintis usaha dan tidak ingin terus menjadi pekerja, saran dari saya adalah menabunglah sebanyak-banyaknya ketika Anda bekerja.

Setelah Anda jelas-jelas mempunyai tabungan yang cukup untuk modal usaha, silahkan Anda pilih profesi usaha yang tidak membuat Anda mengalami kerugian. Dan jangan lupa bersedekah dan infak agar rezeki Anda selalu berkah.

So, pilihlah pekerjaan sesuai passion Anda. Jika Anda memiliki passion bekerja dan Anda malah menjadi pembisnis, Anda tidak akan fokus dan tidak akan enjoy menjalaninya karena Anda menjalani sesuatu yang tidak Anda sukai.

Anda akan pusing sendiri jika memaksakan sesuatu yang bukan passion Anda. Contohnya Anda mempunyai target menulis artikel, yakni satu artikel dalam sehari. Namun pada hari itu Anda tidak mempunyai bayangan sama sekali akan menulis apa dan Anda paksakan hal itu. Apakah tulisan Anda  bisa mempunyai nilai yang lebih baik daripada Anda menulis sesuai dengan mood dan Anda enjoy ketika menulis ?

Karena segala sesuatu yang dipaksakan akan membuat Anda pusing menjalaninya. Jalanilah hidup ini dengan enjoy, apa adanya dan sesuai dengan passion Anda. Dan tidak lupa juga untuk melaksanakan target yang akan Anda jalani sesuai dengan porsi dan kemampuan Anda.





8 komentar:

  1. Tfs sista, detail banget pemaparannya, gak nyangka kamu anak Geo hahhaha kalo aku sih sekarang masih kerja sambil belajar merintis usaha sendiri biar nanti pas resign gak bingung lagi^^ sukses ya shay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin shayy.. Semoga aja mbak sandra mendapatkan pekerjaan dan usaha terbaik ya..

      Semangat merintis usaha ya mbak 😊😊

      Hapus
  2. Menurut saya sih, sistem pendidikan kita lebih pada mengajarkan bagaimana menjadi pekerja yang baik, bukan bagaimana menjadi pengusaha, akibatnya ya sekarang banyak kan orang tua yang begitu anaknya lulus PNS atau lulus kerja di perusahaan gembiranya bukan kepalang, tapi begitu sang anak bersusah payah membangun usaha tdk begitu mendapatkan dukungan, karena mayoritas pendidikan mereka dulu doktrinnya : lulus sekolah -> lulus bekerja -> hidup bahagia.
    Saya sih pro keduanya, kalau semuanya jadi pengusaha terus yg kerja siapa? Keseimbangan memang harus selalu ada :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sih mbak.. Kadang bingung ya mbak intinyaaa apapun yang terjadi sudah yang terbaik dan jangan lupa ikuti kata hati hehehe

      Terimakasi ya mbak masukannya 😊

      Hapus
  3. Masing-masing memang ada kelebihan dan kekurangannya. Yang jelas apa pun pilihannya harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Nggak ada yang gampang:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak semua butuh proses yang panjang untuk menggapai hal tersebut. Semoga kita bisa menemukan passion kita ya mbak :) Terimakasih

      Hapus
  4. sip, saya suka dengan pembahasannya.
    pada dasarnya keduanya bisa sama2 hebat dan saling melengkapi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn.. Yang penting ikuti passion kita ya mbak.. Dan hobby kita.. Agar semuanya berjalan dengan hati yang iklas dan tidak terasa lelah menjalaninya ..

      Hatur nuhun mbak..

      Hapus

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..