Bawang Putih, Ampuh Menenangkan Bayi yang Menangis Histeris Karena Diganggu Mahluk Halus

Bawang putih untuk mengusir setan yang mengganggu bayi

Bawang putih, seperti wanginya yang sangat menyengat dan bikin mata perih. Ternyata sangat ampuh sekali mengusir mahluk halus dan memang bawang putih sudah dipercaya sejak jaman dahulu kala untuk mengusir mahluk tak kasat mata.

Bahkan, saat ini pun bawang putih mampu menenangkan bayi yang katanya sedang diganggu mahluk halus sehingga bayi akan tenang dan tidak menangis histeris lagi.

Ini merupakan pengalaman berharga yang mematahkan pikiran logika saya yang mengatakan apa gunanya menggunakan garam dan bawang putih dalam mengusir mahluk halus?

Dan ternyata ketidakpercayaan saya terbantahkan ketika bayi saya sendiri mengalaminya dan akhirnya sembuh berkat Allah melalui tangan ibu saya yang memberikan bawang putih ke kaki, tangan dan juga kepala bayi saya.

Yasudah, tak perlu berlama-lama, akan saya ceritakan kronologinya dari awal hingga akhirnya bayi saya tenang kembali dan bisa tertidur pulas setelah menangis histeris yang tak kunjung berhenti.

Tidak Bisa Tidur Nyenyak dan Menangis Hingga Pukul 2 Malam

Pada hari itu, tepatnya 2 minggu sebelum kejadian hari ini. Saya sempat bermain ke rumah tetangga tepat pukul 18.30, dalam waktu maghrib yang kata orangtua jaman dulu itu waktunya untuk diam dirumah dan tidak boleh kemana mana.

Saya yang sampai saat ini sangat sering bermain logika, tidak terlalu mengindahkan perkataan orangtua. Saya akui itulah kesalahan saya dimulai.

Awalnya, hati ini ragu karena takut ada apa apa. Namun, karena saya tipe pemberani, akhirnya saya tetap main dengan beberapa keperluan yang saya harus urus dan kembali lagi kerumah pukul 18.50.

Pada saat itu, bayi 11 bulan masih terlihat biasa-biasa saja. Dan saya pun tidak ada pikiran negatif mengenai hal ini. Karena saya kira, anak bayi atau kita tidak boleh keluar ketika adzan magrib.

Ternyata hal tersebut salah. Kita sebaiknya tidak keluar rumah apalagi bayi yang katanya wangi, untuk berdiam diri dirumah hingga waktu adzan isya tiba.

Ketika jam 8 malam tiba. Bayi menunjukan hal yang berbeda. Ia menangis dan saya pun bingung dibuatnya. Karena tidak ada sesuatu hal yang membuat ia menangis, seperti pampers yang penuh, belum makan malam, atau lagi eek dan kepengen tidur.

Padahal, semua kebutuhannya benar-benar sudah terpenuhi dan tidak ada alasan untuk menangis saat itu.

Saya akhirnya menggendong dia ke kamar untuk diberikan asi. Hingga pukul 9, ia tak kunjung tidur. Padahal biasanya jam 8 malam ia sudah tidur terlelap.

Saya ajak main dia agar ia senang. Diberikan tontonan malah dibacakan buku cerita. Namun sayang seribu sayang, usaha saya belum juga berhasil.

Padahal, bayi mungil nan manis ini sangat baik. Bahkan jarang menangis. Jadi jika menangis, ada sesuatu masalah besar yang membuat ia menangis. Lalu apa itu?

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Ia masih terjaga untuk tidak tidur pada saat itu.

Akhirnya step terakhir agar ia tidur pun akhirnya saya lakukan, yakni mematikan lampu kamar tidur dan juga handphone.

Anehnya, bayi sama sekali tidak ingin menyusu. Ia selalu menangis dan semakin kencang. Saya pun terkadang malu sama tetangga. Takut mengganggu tetangga yang sedang tidur karena sudah larut malam.

Akhirnya saya bawa lagi keluar kamar. Ia sedikit berhenti menangis dan saya alihkan dulu ke mainan yang ia sukai. Sampai pada akhirnya pukul 11 malam tiba. Ia masih belum ingin tidur.

Selalu menangis tanpa sebab. Mungkin saya pikir, ia masih ingin bermain atau tidak enak badan.

Suami pun berpikiran hal yang sama. Hingga pukul 23.30 menjelang pukul 12 malam, ia tertidur. Dan baru saja ia tidur beberapa menit. Pada pukul 12.00 teng tengah malam, ia menangis lagi sejadi jadinya.

Saya tenangkan ia. Tetap tidak mau menyusui padahal biasanya, ketika ia terbangun. Ia selalu ingin menyusui dan bisa tenang kembali.

Saya bawa lagi ke luar kamar untuk menenangkannya. Butuh waktu lama untuk membuat ia tenang dan tertidur kembali.

Hingga akhirnya setelah pukul 2 malam, ia bisa tidur dengan nyenyak. Sedangkan saya baru bisa tidur pukul 4 pagi karena mengerjakan pekerjaan lain.

Setelah art tiba dirumah pukul 6 pagi. Betapa kagetnya art ketika melihat bayi mungil masih tertidur pulas di dalam kamar. Karena art sangat tahu bahwa Cassie selalu bangun pagi sebelum ia datang kerumah.

Akhirnya, saya ceritakan secara detail pada art kejadian malam tersebut. Dan akhirnya art yang saat itu memang berusia 40 tahun yang memiliki jam terbang tinggi dalam mengasuh bayi.

Menceritakan kejadian serupa yang pernah anaknya alami. Ketika itu anaknya pun sering menangis tanpa sebab. Dan jaman dulu, orangtua dulu sering memberikan bawang putih yang telah digeprek untuk dibalurkan di tangan, kaki dan juga kepala bayi agar terhindar dari mahluk halus yang mengganggunya.

Betapa lelah hari itu, dan saya menyadari bahwa ini adalah kesalahan saya kenapa saya harus keluar magrib bersama anak bayi yang sedang wangi-wangunya kalau kata orangtua jaman dulu.

Pesan art pada saya, bahwa jika Cassie masih rewel dan menangis gak jelas. Berikan geprekan bawang putih pada bagian kaki, tangan dan juga kepalanya. Insya allah Cassie akan tenang seperti sedia kala.

Kalau kata orang jaman dulu mah kesambet katanya.

Pesan dari bi tini sangat saya dengar dan saya terima dengan baik-baik. Dan akan saya lakukan walaupun dalam hati ini masih ada pikiran percaya gak percaya.

Hal ini tidak saya ungkapkan pada orangtua saya. Mengingat saya tidak mau menambah beban pikirannya. Hingga hal ini terjadi lagi hari ini, tepat ketika saya pulang ngemall pada waktu maghrib kisaran pukul 18.45

Bayi Menangis Karena Keluar Rumah Maghrib dan Hal Ini Terulang Kembali

Saya masih berbelanja pada pukul 18.00 bersama ibu dan adik saya. Saat itu, adzan magrib telah berkumandang.

Saya harus secepat mungkin pulang karena sudah maghrib. Saya lalu sampai di depan rumah pada pukul 18.45.

Saya sama sekali tidak menyadari bahwa jam tersebut adalah jam yang sama ketika bayi menangis terus dan terlihat diganggu mahluk halus.

Bahkan pada jam inilah seharusnya bayi tidak jeluar rumah. Dan saya malah melakukan kesalahan lagi dan tidak berdiam diri dulu di mobil hingga adzan isya tiba.

Pada pukul 8 malam ketika akan menidurkan bayi. Ia menangis sejadi jadinya dan hal ini terulang kembali.

Saya tetap positif thinking dan berusaha menyusui padahal ia tidak mau mrnyusui. Sampai pada akhirnya orangtua saya menyadari ada sesuatu yang aneh dan salah pada bayi saya yang sangat baik ini.

Mama langsung membacakan ayat kursi, al fatihah, syahadat, surat annas, al falaq dan juga al ikhlas.

Bayi semakin kencang menangisnya. Tidak berhenti sampai disitu, mama saya terus menerus membacakan ayat al quran hingga menggeprek satu siung bawang putih dan dibalurkannya pada kedua kaki, kepala dan tangan bayi.

Hal ini bikin saya merinding, sebab yang dilakukan mama persis seperti yang disampaikan bi tini tepat 2 minggu yang lalu.

Lantas, apa yang terjadi pada bayi cantik ini? Menjerit sejadi jadinya. Lalu lambat laun, setelah dibalurkan bawang putih dan doa doa yang saya sebutkan diatas.

Perlahan lahan tangisannya semakin mereda, mereda. Bahkan langsung berhenti tangisannya.

Terlihat matanya bengkak kemerahan karena menangis terus. Perlahan matanya menutup dan tidur dengan lelap di pangkuan saya.

Saya sangat bersyukur atas kesehatan dan ketenangan yang diberikan oleh Allah lewat doa doa dan bawang putih tersebut yang didoakan oleh mama saya.

Sampai pada akhirnya. Mama saya membacakan doa dan menaburkan garam di setiap sudut kamar dan rumah. Untuk melindungi bayi saya agar senantiasa tenang tidak diganggu oleh mahluk tak kasat mata.


Pengalaman Berharga, Jangan Lupakan Pesan Orangtua. Walau Terlihat Mustahil dan Tidak Masuk Akal

Memang, saya akui. Saya tipikal orang yang tidak terlalu mempercayai hal hal seperti itu. Namun hal ini membuat saya percaya, bahwa hal tersebut memang benar adanya.

Yang sering orangtua katakan. Jangan keluar magrib-magrib. Apalagi bayi jangan karena seungit alias wangi.

Dan ini kejadian pada bayi saya yang masih sangat amat kecil. Sangat sedih melihat tubuhnya yang mungil harus terus menerus menangis dan terkuras tenaganya.

Semoga Allah senantiasa menjagamu sayang. Dan ingatlah dan jangan pernah remehkan pesan orangtua. Walaupun terlihat no sense di mata Anda.

Bisa jadi itu adalah amanat yang memang harus Anda lakukan dan Anda ikuti. Dan ternyata mitos jangan keluar magrib memang benar adanya dan sudah saya rasakan dan biarkan ini jadi pelajaran bagi saya untuk tidak melakukan kesalahan yang kesekian kalinya.

Dan semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bagi Anda agar tidak meremehkan ucapan orangtua yang terlihat tidak masuk akal.

Karena pengalaman orangtua lebih berharga ketimbang apapun. Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Bawang Putih, Ampuh Menenangkan Bayi yang Menangis Histeris Karena Diganggu Mahluk Halus"

Posting Komentar

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel