Normalkah Pusar Bodong pada Bayi Baru Lahir? - ratutips.com

Latest

ratutips.com

Website tentang Tips dan Tutorial yang Bermanfaat untuk Anda

IBX58B944EDA0AEC

Kamis, 25 Oktober 2018

Normalkah Pusar Bodong pada Bayi Baru Lahir?

Normalkah Pusar Bodong pada Bayi Baru Lahir?

Mempunyai anak merupakan anugerah dari Allah yang Maha Esa, karena tidak semua orang diberikan anugerah anak yang merupakan titipan dari Allah yang wajib kita jaga.

Menjadi seorang ibu, selain harus menjaga dan merawat sang bayi, tentu seorang ibu pun harus banyak mempunyai ilmu mengenai parenting, agar suatu saat ketika bayi mengalami kendala atau masalah, sang ibu bisa menyelesaikannya dengan baik.

Seperti kemarin-kemarin, bayi sempat mengalami volume bab yang sering akibat saya yang terlalu banyak makan makanan pedas, dan sekarang saya sedikit kaget ketika melihat pusar bayi yang sedikit menonjol.

Padahal kemarin-kemarin, pusarnya baik-baik saja dan tidak ada kendala apapun. Dan sang bayi pun tidak merasa kesakitan pada bagian pusarnya.

Akhirnya saya berkonsultasi kembali ke dokter spesialis anak, mengenai pusar bayi yang sedikit basah dan menonjol keluar, yang biasa disebut pusar bodong. Dimana ada sedikit tonjolan yang keluar pada bagian pusarnya.

Dan ternyata, menurut dokter hal tersebut wajar adanya. Seiring berjalannya waktu, tonjolan tersebut akan masuk dengan sendirinya. Namun yang jadi permasalahan, bagaimana jika sampai usia 1 tahun tonjolan tersebut masih diluar?

Banyak yang menyarankan agar bayi digunakan gurita atau koin agar tonjolan tersebut masuk kedalam dan tidak keluar lagi. Namun dokter tidak menyarankan lagi penggunaan gurita, karena akan mengganggu pernapasan bayi.

Selain itu, penggunaan koin pun tidak higienis digunakan pada pusar, karena banyak bakteri yang bersarang pada koin yang ditakutkan menyebarkan bakteri pada pusar juga.

Dokter pun menyarankan, jika pusarnya masih menonjol dan agak sedikit basah, dianjurkan untuk diberikan betadine dan dibersihkan menggunakan kassa agar cepat kering.

Dan ternyata, pusar bodong bukan merupakan masalah pada bayi. Namun, jika tonjolan tersebut tetap ada hingga anak berusia 4 tahun, memang harus dikonsultasikan dengan dokter. Biasanya dokter akan menyarankan pembedahan, akan tetapi jika tidak ada masalah dan keluhan, tidak perlu dikhawatirkan. Kecuali ingin memberikan keindahan pada pusar bayi, mungkin solusinya adalah pembedahan.

Dengan begini, terjawablah sudah bahwa pusar bodong pada bayi normal adanya selama tidak ada keluhan berarti pada bayi. Dan ternyata, setelah saya share hal ini pada teman, anak teman pun memiliki masalah yang sama, dan pusar anaknya lambat laun masuk ketika usia anaknya sudah masuk tahun kedua.

Semoga dengan artikel ini, kita sebagai new mom bisa terbantu dan tidak khawatir dengan kondisi bayi yang memiliki pusar bodong. Dan semoga dengan seiring berjalannya waktu, tonjolan tersebut masuk dan bayi pun sehat walafiat. Semoga bermanfaat ya bagi ibu-ibu yang mengalami hal yang sama.

9 komentar:

  1. Pusar bodong atau non bodong, sebenarnya apa yach eFek sampingnya buat si Bayi Mbak ?

    Saya pernah lihat pusar orang yang bodong, apa mungkin kurang potong yach ....

    BalasHapus
  2. Hoooooo, saya waktu bayi bodong tidak ya ._. jadi penasaran ._.

    BalasHapus
  3. Terima kasih sharingnya, Teh. Belajar lagi nih tentang tulisan yang satu ini. Jadi tahu kan. Gak apa-apa bukan perempuan juga, gak ada salahnya tahu dan bisa d.share juga ya, Teh :)

    BalasHapus
  4. Maksih informasinya... ini tentu hrs betul2 memerlukan perhatian khusus.

    BalasHapus
  5. betul, pas talipusar pupus, otomatis 'ikatan' di bagian pusernya jd terlihat maju/nonjol ya hehe.. aisyah oge kitu. Tapi lama2 gatau kenapa masuk sendiri seiring pertumbuhan si dede...

    BalasHapus
  6. informatif…. bermanfaat
    penyajiannya juga bagus, sehingga mudah dimengerti.

    Thank you for sharing

    BalasHapus
  7. Kalau bahasa banjar itu namanya babujal hehe, sering jadi bahan bully waktu kecil hehe

    BalasHapus
  8. Sepanjang tidak ada dampak medis terhadap si anak, pusar bodong menurut saya hanya mempengaruhi penampilan saja. Asalkan jangan sekali-kali memanggil anak kita dengan si Bodong misalnya, meskipun pusarnya bodong...hehehe

    BalasHapus

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..