Perekonomian Indonesia Saat Ini : Kaya Makin Kaya, Miskin Makin Miskin


Perekonomian Indonesia saat ini sedang mencapai titik terendah jika dihitung mulai dari tahun 2008.

Pasalnya, saat ini dampak dari corona virus sudah mulai terasa pada berbagai sektor perekonomian, salah satunya di bidang pariwisata.

Karyawan Kena PHK

Sebut saja teman saya bekerja sebagai chef di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta. Saat ini hotel tersebut sudah tutup dan ia pun di phk akibat operasional hotel yang sudah tak jalan lagi.

Akibatnya, banyak yang hilang pekerjaan. Selain itu, tentu hilang juga pendapatan bulanan, sedangkan ada bayi dan istri yang harus ia nafkahi setiap harinya.

Mungkin bagi sebagian orang yang memiliki keuangan yang berlebih tidak akan merasakan dampak dari pandemi ini.

Yang Kaya Makin Kaya : Memanfaatkan Peluang di Tengah Pandemi

Malah, ada sebagian besar kawan saya yang memiliki keuangan yang berlebih. Memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli banyak kendaraan yang tergolong memiliki harga yang rendah untuk membuka dealer mobil dan motor bekas.

Seperti yang Anda ketahui, tentu orang berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhannya harus menjual berbagai barang dengan harga yang sangat murah.


Yang Miskin Semakin Miskin : Aset Semakin Berkurang

Sedangkan, masyarakat berpenghasilan rendah akan menjual berbagai aset. Aset akan semakin berkurang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Sedangkan si Kaya akan menerima aset tersebut dengan harga murah, untuk dijual pada si Kaya dengan harga tinggi.

Maka, makin kayalah si yang Kaya. Dan yang miskin tinggal menunggu waktu saja.

Begitulah analogi sederhananya.

Berbeda dengan yang memiliki pendapatan yang tidak seberapa alias memiliki pendapatan rendah. Seperti biasanya, kenaikan pendapatan tahunan akan seiring dengan naiknya inflasi.

Namun tidak banyak kenaikan yang signifikan. Sedangkan, kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan primer bisa melonjak hingga 30 persen.

Contohnya saja, si A memiliki gaji berpenghasilan rendah hanya 3 juta rupiah per bulan. Sedangkan kenaikan gaji per tahun maksimal di 5 persen saja.

Artinya, si A hanya mendapatkan kenaikan sebesar 150 ribu saja tiap tahunnya.

Sedangkan, harga kebutuhan primer melonjak naik yang tak sebanding dengan kenaikan gajinya.

Kesimpulan

Banyak perusahaan yang menerapkan pemotongan gaji akibat adanya pandemi ini tanpa mempedulikan status keuangan karyawannya.

Apakah masyarakat mampu bertahan dengan situasi ekonomi indonesia yang sedang terpuruk saat ini?

Usut punya usut, jika diterapkan kembali psbb. Maka perekonomian Indonesia akan semakin merosot kebawah dan hal ini mengingatkan kita pada tragedi 98.

Akankah perekonomian Indonesia tumbuh kembali dan normal seperti sedia kala? Ngeri ngeri sedap jika mengingat jaman dulu phk terjadi dimana mana dan terjadinya krisis ekonomi paling parah dalam sejarah Indonesia.

Semoga perekonomian Indonesia bisa tumbuh kembali normal, dengan mementingkan kelima aspek perekonomian yang harus digenjot diikuti dengan protokol kesehatan untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

Bagaimana menurut Anda, apakah Indonesia akan tumbuh kembali dengan kenaikan pengidap corona yang tiap harinya semakin melonjak naik mengikuti Cina?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Komentar untuk "Perekonomian Indonesia Saat Ini : Kaya Makin Kaya, Miskin Makin Miskin"

  1. Belum lagi masalah sekolah. Biaya jalan terus, tapi penghasilan menurun. Bahkan jualanpun ikut susah sebab daya beli masyarakat pada umumnya turun juga. Sedih dan sepertinya akan panjang lha covid gak ilang2.

    BalasHapus
  2. Tidak ada yang menyangka dunia bisa terguncang dengan hebat hanya dari 1 makhluk kecil yang tidak terlihat oleh mata

    BalasHapus
  3. Emang pandemi ini memberi efek ke smua aspek kehidupan ya beb, terutama ekonomi, Puji Tuhan bgt aku sama suami ga kena PHK & pemotongan gaji meskipun hrs WFO. Mudah2an pandemi ini cpt berakhir ya beb.

    BalasHapus

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel