Terngiang Ngiang dengan Wangi Kemenyan yang Khas di House of Raminten Yogyakarta - ratutips.com

Latest

ratutips.com

Website tentang Tips dan Tutorial yang Bermanfaat untuk Anda

IBX58B944EDA0AEC

Kamis, 02 Maret 2017

Terngiang Ngiang dengan Wangi Kemenyan yang Khas di House of Raminten Yogyakarta


House of Raminten Yogyakarta
House of Raminten Yogyakarta

Hayo siapa yang tidak tahu tentang tempat makan terkenal di Yogyakarta, yakni House of Raminten. House of Raminten adalah salah satu tempat makan terkenal di Yogyakarta yang mempunyai 4 cabang, yakni di Jalan Malioboro, Jalan Magelang, Jalan Kaliurang dan Jalan Kotabaru Yogyakarta.

Jika Anda mencoba menikmati hidangan dan makanan yang ada disini, Anda harus menunggu berjam-jam lamanya untuk menunggu antrian mendapatkan tempat duduk untuk makan.

Tempat makan ini sangat sering dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Dan House of Raminten adalah salah satu restoran yang buka 24 jam non stop lamanya.

Waktu itu kami kesana pada hari Minggu pukul 19.00 dan kami mendapat antrian nomor 08. Kesan pertama ketika menginjakan kaki pertama di restoran ini adalah bau kemenyan yang luar biasa sangat menyengat, hingga saya tidak kuat berlama-lama menunggu.

Tempat ini memiliki keunikan tersendiri, selain didalamnya terdapat banyak dupa atau kemenyan, juga ada tempat oleh-oleh khas Yogyakarta. Seperti oleh-oleh makanan bakpia pathok, tas, baju, kerudung dsb.

Ketika saya menunggu hampir 1 jam lamanya, saya memperhatikan ada kesan mistis dan terlihat bahwa pelayan-pelayan pria yang ada disana sedikit terlihat melambay begitupun sebaliknya.

Saya melihat sekeliling tempat ini dan sepertinya tempat makan ini seperti menjadi tempat komunitas gay maupun lesbi berkumpul.

Setelah tahu begitu saya langsung balik kanan dan tidak ingin makan di tempat ini, jika memang masih lama saya mengantrinya.

Kemudian, sambil menunggu saya melihat beberapa menu yang unik dan murah seperti nasi liwet, nasi kucing, sate dsb dengan harga yang lumayan terjangkau.

Saya melihat meja-meja yang sudah diisi oleh banyak wisatawan. Tampilan makanannya memang unik dan jarang ada di tempat makan yang lain.

Akhirnya saya berkeliling untuk melihat suasananya dan ternyata ada patung Raminten disana dan ada patung bapak2 yang berdiri disana dekat dengan dupa yang baunya sangat menyengat.

Membuat hal mistis terlintas di benak saya. Apakah ini owner dari House of Raminten?

Setelah saya selidiki lebih lanjut, ternyata House of Raminten adalah tempat makan yang didirikan oleh Hamzah Sulaiman. Beliau adalah seorang pengusaha juga seorang seniman.

Ketika menjadi seniman, beliau sering memerankan tokoh Raminten di komedi Pengkolan yakni seorang wanita tua Jawa. Itulah sebabnya beliau menamakan tempat makan ini menjadi House of Raminten.

Sempat terdengar juga karena usia Beliau sudah menginjak usia senja. Untuk saat ini House of Raminten sudah dikelola oleh anak angkatnya, karena Beliau adalah seorang duda tanpa anak.







Kesan Mistis

Kesan mistis terus menyelimuti tatkala melihat transformasi Bapak Hamzah Sulaeman. Ada gambar ketika owner ini berpenampilan layaknya seorang lelaki dan adanya Pak Hamzah ketika menjadi wanita tua jawa, yakni Raminten.

Jika dihubungkan dengan beberapa pelayan yang terkesan lgbt membuat saya merinding melihatnya. Saya seperti sedang berada pada jaman jahiliyah. Saya jadi takut berlama-lama disana karena takut terpengaruh dengan suasana yang ada.

Delman dan Patung Lelaki dengan Dupa disampingnya

Ketika saya bergegas keluar meninggalkan tempat ini, banyak terlihat kaum gay yang memasuki tempat makan ini dengan bergandengan tangan antara satu lelaki dengan yang lainnya.

Saya jadi tidak tau arah tujuan saya dan saya memutuskan untuk mencari tempat makan lain. Saya seperti masuk dalam komunitas yang isinya gay dan lesbian semua. Tapi ada beberapa wisatawan bapak-bapak dan ibu-ibu yang mungkin tidak tahu kondisi didalamnya, namun mereka tetap menikmati sajian istimewa makanan unik dan terjangkau di House of Raminten.





Menunggu Berjam-jam Lamanya

Sepertinya sudah dua jam saya menunggu namun belum dipanggil juga. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tempat makan lain yang tidak menunggu hingga beberapa waktu lamanya.






Empat jam lamanya saya meninggalkan tempat makan ini, hingga tiba di hotel pun bau kemenyan masih menusuk hingga saya merasa bengek karena wangi dupanya menempel pada baju sampai pada dalaman baju sekalipun.

Terbayang baunya yang menyengat, bagaimana cara menikmati makanannya dengan bau kemenyan yang membuat saya terngiang-ngiang di House of Raminten?

Sekian ulasan dari saya mengenai wisata kuliner di House of Raminten. Jika ada yang pernah merasakan hal yang berbeda ataupun sama. Silahkan share di kolom komentar. Happy traveling !


Artikel Terkait :
  1. Destinasi Wisata Yogyakarta Angker Pohon Beringin Kembar Alun2, Cukup Keluarin Uang 10k saja ! - New !!
  2. Destinasi Wisata Yogyakarta Museum De Arca "Museum Tokoh Dunia" - New !!
  3. Mau Coba Sensasi Makan Beef Steak Import Australia ? Holycow Solusinya ! - New !!











6 komentar:

  1. Ya ampun beb kamu kuat banget nunggu sampe 4 jam, ke Dokter aja enggak sampe segitunya deh.. mungkin ada sistem membership kali ya biar ga lama antree

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 jam tuh bau dupanya beb nempel sampe k baju dalam saya nih hehehe.. Nunggunya 2 jam.. Iya bener say pake membership biar bisa lebih diatur lagi yaa dan gak membuat konsumen menunggu..

      Hapus
  2. Aku juga ntah kenapa merasa mrinding pas si bapak menjelma pake konde sebagai nyonya raminten hihi
    Kapan kapan aku mau ah ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih mbak serem cobain deh main kesana kalau k Yogya ya hehehe..

      Iya mbak agak merinding karena bau dupa mbak hehhee

      Hapus
  3. eh..ko saya jadi serem y..
    nah lho..klo tempat ini bnyk dikunjungi para kaum LGBT dgn cabng yg udah lumayan..itu berarti...
    duuh serem bayanginnya

    BalasHapus
  4. awas ada yang nempel sama mbak vika , heheh

    BalasHapus

Terimakasih atas waktunya.. Terimakasih sudah membaca artikel ini.. Silahkan tinggalkan komentar..